Jumat, 06 Agustus 2010

Silicon cair sebabkan kematian

Mereka yang berniat untuk mengubah penampilan, terutama pada bagian dagu, hidung, dan payudara sebaiknya mewaspadai penawaran suntikan silikon cair. Penggunaan zat ini untuk dimasukkan ke dalam jaringan tubuh sangat berbahaya karena ia sebenarnya digunakan sebagai pelumas/ minyak mesin dan dapat menyebabkan kematian bila dipakai dalam jumlah besar.  “Sangat susah mengeluarkan silikon cair dari tubuh. Karena itu bila ingin mengubah atau memperbaiki bagian-bagian tubuh, sebaiknya melakukan operasi bedah plastik karena lebih aman.” Kata dokter spesialis bedah plastik dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Irena Sakura Rini, MARS, SpBP, di Jakarta, Selasa (10/2).
Bedah plastik telah dikenal masyarakat luas sekarang ini, terutama sejak dipopulerkan oleh beberapa selebriti yang secara terbuka membicarakan mengenai prosedur bedah plastik yang telah mereka jalani. Namun belum banyak yang mengetahui bagaimana bedah plastik sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. 

ini hasilnya
 
Bila terjadi hal-hal tidak menyenangkan yang menimpa seseorang, misalnya proses penuaan, kecelakaan, tumor baik jinak maupun ganas;  baik pada wajah, payudara atau bagian tubuh yang lain maka operasi bedah plastik dapat mengembalikan kepercayaan diri seseorang. 

Irena Sakura menjelaskan, bedah plastik berasal dari bahasa Yunani Plastikos yang artinya membentuk kembali. Bedah plastik sama sekali tidak menggunakan plastik seperti yang sering dipikirkan orang awam, tetapi lebih merupakan ilmu bedah yang mengunggulkan penampilan dan fungsi secara keseluruhan. 

Ada dua macam bedah plastik, yaitu bedah plastik estetik yang dilakukan untuk memperbaiki penampilan dan bedah plastik rekonstruksi yang dilakukan untuk memperbaiki cacat atau kelainan bawaan lahir, trauma akibat kecelakaan ataupun pengangkatan tumor. 

“Jadi agar aman sebaiknya bedah plastik saja. Jangan memakai silikon cair yang harganya hanya ratusan ribu rupiah, tetapi berbahaya, apalagi kalau silikonoma payudara.” Kata Irena Sakura. 

Risiko silikon yang disuntikkan ke payudara adalah mengalami infeksi yang terus menerus, memerah, mengeras bahkan sampai membatu. “Silikonnya tidak dapat dipisahkan dari jaringan yang sehat, operasi untuk mengangkatnya sangat sulit. Bila jumlahnya besar bisa menyebabkan kematian.” Jelas Irena Sakura lagi. 

Untuk pasien yang mengalami pengangkatan payudara akibat tumor atau kanker payudara, bedah plastik rekonstruksi bisa digunakan untuk memperbaiki bentuk payudara. “Setidaknya perempuan yang mengalami pengangkatan payudara menjadi lebih percaya diri.” Tutur Irena Sakura. 

 

Sumber: Kompas, Rabu, 11 Februari 2009

Artikel Terkait



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your comment