Rabu, 28 April 2010

Rasa syukur

Ungkapan syukur muncul dari bagaimana cara pandang melihat anugerah. Sekecil apa pun nikmat jika dilihat dari sudut yang lebih kecil, yang muncul selalu syukur: ah, masih ada yang lebih kurang. Tapi sayangnya, kadang satu bisa lebih besar dari dua. Nikmat Allah begitu besar buat hamba-hamba-Nya. Dalam hal apa pun, tak ada nikmat yang luput pada diri seorang hamba Allah. Termasuk dalam kehidupan keluarga.

Siapa pun pernah, bahkan mungkin sedang, merasakan betapa tidak enaknya melalui hidup dengan sendiri. Dunia menjadi terasa sempit, sederhana, dan berputar di situ-situ saja. Jangan heran jika para lajang lebih gampang stres daripada yang sudah nikah.

Masih banyak kenikmatan lain yang tak lagi bisa terhitung. Ada nikmat zhahir berupa penambahan materi. Dan juga nikmat batin karena hidup terasa lebih berharga.

Menariknya, rasa syukur bisa muncul tenggelam. Dan salah satu rumus agar ungkapan syukur tetap terjaga adalah dengan memandang yang lebih sedikit. Dan, mencermati mereka yang lebih kurang. Hal itulah yang kerap dilakukan Bu Sisri.

Sepertinya, tak ada ibu yang lebih bahagia dari Bu Sisri. Ibu tiga anak ini selalu bersyukur, apa pun pemberian Allah: sedikit, apalagi banyak. Lisannya seperti tak pernah kering dari kata 'alhamdulillah'.

Artikel Terkait



Widget by Hoctro | Jack Book

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your comment